The fallen angel
Abandoned herself to a corrupted vow
She rid herself of all the days
She had spent loving
Matahari yang memerah menerangi kota bersama dengan lampu-lampu yang menghiasi pinggir jalan kota itu. Perlahan demi perlahan, cahaya matahari itu dikalahkan cahaya llampu-lampu itu.
Di jalan itu, seorang malaikat yang terluka berjalan. Tidak ada satupun orang yang dapat melihatnya kecuali,
*duk* Malaikat itu menabrak sesuatu dan terjatuh.
“Ah, maaf, kamu tidak apa-apa?”, suara seorang gadis yang berasal dari depan-atas malaikat itu.
Malaikat itu perlahan menggerakan wajahnya ke arah asal suara itu. Dan, mata mereka bertemu. Sang malaikat tidak bisa berkata apapun untuk menjawab pertanyaan gadis itu, dia terpaku oleh mata yang sangat indah itu. Sang malaikat merasakan panas yang berkumpul diwajahnya, dan debaran kuat yang berasal dari dadanya.
Tersadar, malaikat itu meraih tangan yang diulurkan gadis itu dan berkata, “Umh—Sepertinya…”, lalu memegang bahunya yang terluka sebelumnya.
“Sepertinya tidak… Bagaimana kalau kamu kerumahku dulu? Aku akan mengobati lukamu."
"Memangnya tidak apa-apa?”
“Tidak apa, aku tinggal sendiri, dan lagipula tidak ada yang bisa melihatmu kan, karena kamu malaikat?”
“Bagaimana kau tahu?”
“Tentu saja, karena sayapmu, dan sepertinya tidak ada orang lain yang peduli denganmu, makanya…”
“Jadi begitu…”, pikir malaikat itu.
------------
“Lukamu sudah selesai aku obati… Oh ya, aku belum tahu namamu, aku Miku, tapi kalau ditulis jadinya Mee-khu… Kamu?”
“… Rin, ditulis Rynn.”
“Rin? Nama yang bagus.”
Rin memperhatikan sekitarnya. Kamar ini bergaya Eropa, seperti rumahnya, disusun oleh bata merah di bagian bawahnya dan dilapisi cat warna kuning gelap dibagian atasnya. Kamar ini dihiasi dengan laci bergaya Eropa dan kasur yang lembut seperti kasur kerajaan. Baju yang diapakai Miku pun gaun bergaya Eropa yang berwarna hitam.
“Ah, gawat sudah jam segini… Aku harus segera pergi.”, kata Miku setelah melihat kearah jam diatas meja disamping tempat tidurnya, dimana mereka berdua duduk.
“Memangnya ada apa? Mau kemana?”
“Aku harus mencoba gaun untuk pernikahanku dua hari lagi.”
*Bzit* Perkataan itu membuat Rin merinding, seolah ada listrik yang menjalari tubuhnya.
“… Anu, boleh aku ikut denganmu?”
“Yah, boleh saja sih… Aku tidak keberatan kok.”, jawab Miku dengan senyuman.
-----------
“Hey, Miku.”, panggil seorang pria berbadan tegap yang sepertinya berumur lebih tua daripada Miku.
“Ah, Al!”, jawab Miku dengan lambaian tangannya.
Jadi itu pasangan Miku… Pikir Rin dengan tatapan dingin kearah pasangan yang sedang melihat gaun yang indah berwarna hitam yang akan dipakai sang mempelai wanita.
*Gyut* dadanya serasa digencet sesuatu sehingga dia sulit bernafas. Dia berpikir, tidak seharusnya dia merasakan hal ini, karena dia adalah malaikat, dan gadis itu adalah manusia. Tapi, bagaimanapun, hal yang sudah terjadi tidak dapat dihapuskan secepat itu.
….
“Rin!”, panggil Miku yang sedang setengah berlari menuju kearahnya, “Maaf ya, lama nunggu… Ayo pulang. Dan makasih udah nemenin aku hari ini.”, lanjutnya sambil tersenyum.
“…”, dia tidak bergerak untuk mulai berjalan. Dia hanya terdiam.
Aku akan melakukan apapun agar aku bisa mencintainya, walaupun aku harus menyumbangkan badanku ini ke iblis ataupun setan, walaupun aku harus membuang sayapku ini…
Rin mulai bergerak mendekati Miku. Melingkarkan tangan kirinya di pinggang Miku, memegang wajah Miku ditangan kanannya, dan mencoba untuk menciumnya. Namun tidak berhasil, karena Miku langsung refleks untuk mendorongnya tanpa melihat kearahnya.
… Tidak ada respon dari Rin.
Miku melihat kearah tempat seharusnya RIn berada, tapi ternyata Rin tidak ada disana. Dia menghilang. Meninggalkan sebuah bulu putih sebagai tanda jejaknya.
------------
Dua hari setelahnya, dimana pernikahan Miku dan Al akan digelar, di gereja tempat akan dilaksanakannya hal sakral itu, Miku yang memakai gaun yang dilihatnya bertiga bersama Al dan Rin bertemu dengan seorang laki-laki yang berwajah mirip dengan Rin.
Miku menatap matanya yang seolah-olah tertawa yang membuatnya tidak bisa bergerak, dan langsung membuatnya menyukai laki-laki itu. Dan membuat Miku mengkhianati Al dan semuanya di saat-saat terakhir ini. Dia mengambil tangan laki-laki itu yang dijulurkan kepadanya dan pergi bersamanya.
Dari dalam diri wanita yang bersih itu terdapat sebuah keinginan yang sangat besar terhadap laki-laki yang dipanggil Len itu. Menyadari keinginan sang wanita yang dicintainya itu, dia mengabulkan keinginannya untuk menciumnya, memeluknya, bahkan lebih dari itu.
…….
“Miku… Perlihatkan cincin tunanganmu. Kamu masih memakainya bukan?”, celetuk Len.
“Masih… Tapi untuk apa?”, Tanya Miku sambil menggerakan tangan kirinya kearah Len.
Menerima dan menggenggam tangan Miku, lalu menaruh sebuah bunga kecil kedalam cincin tersebut.
“Ini… Len, terima kasih.”, kata Miku dengan nada gembira.
Len hanya membalas perkataannya dengan senyuman.
“Aku berjanji akan menghabiskan hidupku hanya untukmu, Miku.”
----------
Miku, memakai gaun pernikahannya, duduk di sebuah taman sambil memandangi cincinnya yang sudah dihiasi bunga pemberian Len. Tanpa sepengetahuan Miku, seorang malaikat laki-laki yang berambut biru memperhatikannya dari jauh.
Jadi gadis ini yang membuat malaikat kesayanganku, Rin, menjadi manusia, bahkan… Pikir malaikat itu. Dia mengambil sesuatu, yang dimana benda itu adalah sebuah pistol yang tidak terlalu besar lalu membidikkannya kearah gadis itu.
Menyadari ada sesorang yang memperhatikannya, Miku melihat kearah malaikat itu, namun terlambat, platuk pistol sudah ditarik, dan peluru meluncur kencang kearah dadanya dan menembusnya. Membuatnya memuntahkan darah dari mulutnya. Darah segar keluar dari tubuh gadis berambut biru itu.
Len yang baru saja tiba ditempat itu segera berlari dan menghampirinya dengan kondisi tidak percaya dengan hal yang dilihatnya barusan. Dia memeluk Miku yang terbaring dingin dengan air mata yang mengucur dari matanya.
I will spend all my life as I swore on that day…
My sin against God
All my acts should be paid by my death
So, I will die for you
I believe that’s my fate
“Untuk menjadi manusia, aku hanya memotong satu bagian dari sayapku.”, kata sang laki-laki itu.
Dia melepaskan ikatan rambutnya untuk memberitahu siapa dia sebenarnya kepada Miku yang masih punya kekuatan untuk melihat dan mendengarnya.
Miku terbelalak setelah diamengetahui kenyataannya bahwa, itu adalah Rin, malaikat yang dia tolong dua hari yang lalu, yang berubah menjadi manusia laki-laki agar bisa bersama dengannya.
“… Dan… Untuk menyelamatkanmu… Aku harus mengorbankan… Seluruh hidupku…”, kata Rin dengan suara yang amat kecil sehingga tidak dapat didengar oleh Miku.
… Rin menghilang, meninggalkan sehelai bulu seperti waktu itu, namun itu bukanlah bulu berwarna putih, melainkan berwarna hitam kelam….
Miku tercengang melihat hal itu. Tidak percaya dengan semua kenyataan ini. Baik tentang Len adalah Rin, ataupun menghilangnya Rin dari hadapannya begitu saja. Mencoba meraih bulu hitam itu dan menggenggamnya sambil menangis.
Sang mempelai wanita dengan gaun hitam dan sang malaikat itu telah membawa dosa besar, yang tidak akan terhapus sekalipun mereka tenggelam kedalam bagian terdalam dari bumi.
Dan, Buah Terlarang dan Buah Dosa itu akan terus ada, hingga pada akhirnya hari itu akan tiba…
The End

Black Vow v1.0

